Taliwang – Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa Barat (Kemenag KSB)
pada Jumat (5/3) kembali menerima kunjungan kerja (kunker) dari Kakanwil
Kemenag Prov. NTB, Drs. H. Usman. Kemenag KSB merupakan rute terakhir kunker
Kakanwil di Pulau Sumbawa, dimana sebelumnya telah mengunjungi Kantor Kemenag
Kab. Bima, Kemenag Kab. Dompu, dan Kemenag Kab. Sumbawa.
Sekitar pukul 13.45 Wita Kakanwil
didampingi oleh Kakankemenag KSB memasuki Aula Kantor, dimana telah hadir
sekitar 100 orang keluarga besar Kemenag KSB yang terdiri dari Pejabat Eselon
IV di lingkungan Kantor beserta staf, Kepala KUA, Pengawas PAIS, Kepala
Madrasah Swasta dan para guru.
Drs. H. Syarifuddin, MM selaku
Kakankemenag KSB dalam ucapan selamat datang sekaligus sambutannya menyampaikan
kondisi umum di Satker yang dipimpin, serta melaksanakan tugas sesuai regulasi
pemerintah yang ada, baik itu mengenai pemberian sertifikasi guru, maupun
pernikahan di KUA. Sementara itu Kakanwil dalam Kunker yang diisi dengan
Pembinaan Pegawai kali ini menyampaikan hasil Rakernas Kemenag RI yang
dilaksanakan di Bandung pada tanggal 5-7 Februari 2014.
Kakanwil menyampaikan angin segar
bagi para guru yang sertifikasinya masih ada yang belum dibayar. “Menurut BPKP,
sertifikasi Bapak dan Ibu guru yang belum dibayar pada tahun sebelumnya
bukannya hangus, tapi ditunda pembayarannya karena kurang anggaran negara pada
tahun sebelumnya, jadi tenang saja” ujar
Kakanwil yang sontak disambut tepuk tangan oleh para peserta pembinaan. Selain
itu yang tidak mendapat sambutan positif dari hadirin ialah bahwa remunerasi
bagi karyawan karyawati Kemenag akan segera dibayarkan terhitung mulai Januari
2014. “Remunerasi yang akan diterima harus diimbangi dengan kinerja yang
semakin ditingkatkan seoptimal mungkin, SKP harus dibuat, disiplin harus
ditingkatkan, terutama jam kehadiran” terang H. Usman.
Selain menyampaikan kabar gembira
di atas, Kakanwil juga menyampaikan bahwa memang masih ada sorotan dari
masyarakat mengenai kinerja Kementerian Agama, terutama di beberapa tempat
masih ada yang belum puas dengan pelayanan KUA, tapi kita diingatkan jangan
berkecil hati, karena Kemenag terus berkhidmat untuk meningkatkan pelayanan,
dan regulasi untuk pernikahan yang menyangkut tusi KUA sedang dibahas di pusat.
Selain itu data pegawai Kemenag juga masih belum valid, “masih ada data
‘siluman’ di Kementerian Agama” kata beliau ketika menyampaikan tentang K2
Kemenag yang banyak yang tidak lulus.
Disampaikan juga bahwa kerukunan
di Indonesia ialah kerukunan yang terbaik di seluruh dunia, dan model atau
cermin kerukunan seluruh umat beragama di Indonesia ialah Kementerian Agama.
“Negara melalui Kementerian Agama mengayomi seluruh agama yang diakui di Indonesia,
hari besar semua agama dijadikan libur nasional” terang Kakanwil. “Bahwa
konflik yang sekilas tampak sebagai konflik antar agama sebetulnya bukan
konflik antar agama itu, melainkan konflik pribadi atau orang per orang yang
dibesar besarkan menjadi sentimen agama oleh oknum oknum yang tidak
bertanggungjawab” tegasnya. “Kementerian Agama harus bisa menetralisir dan
mengayomi semua umat beragama” pungkasnya.
Acara pembinaan berakhir sekitar pukul 15.45
Wita, dan Kakanwil menuju Pulau Lombok sore itu juga untuk selanjutnya
melaksanakan tugas rutin di Kantor Wilayah.

0 komentar :
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !